Minggu, 20 Februari 2011

Berbagai Pengertian Fiksi

Pengertian Fiksi :
Menurut buku “Teori Pengkajian Fiksi” karya Burhan Nurgiyantoro :
Fiksi adalah karya naratif yang isinya tidak menyaran pada kebenaran sejarah. (Abrahams, 1981:61). Karya fiksi menyaran pada suatu katya yang menceritakan sesuatu yang bersifat rekaan, khayalan; sesuatu yang tidak ada dan terjadi sungguh-sungguh sehingga tidak perlu dicari kebenarannya pada dunia nyata.
Fiksi adalah prosa naratif yang bersifat imajinatif, namun biasanya masuk akal serta mengandung kebenaran yang mendramatisasikan hubungan-hubungan antarmanusia (Alterbernd & Lewis, 1966:14).

Menurut Hendry Guntur Tarigan :
Fiksi adalah sesuatu yang dibentuk, sesuatu yang dibuat sesuai yang diciptakan, sesuatu yang diimajinasikan.
Fiksi adalah cabang dari sastra yang menyusun karya-karya narasi imajinatif, terutama dalam bentuk prosa, seperti novel atau dongeng-dongeng, yang ceritanya diadakan, dibuat-buat atau diimajinasikan suatu cerita yang disusun (The American College Dictionary, 1960: 448)
Fiksi adalah karya sastra seperti cerita, novel dan roman; atau seni dan karya penulisan novel, cerita dan sebagainya; apa-apa yang diciptakan atau diimajinasikan/dipertentangkan dengan kebenaran (The Advanced lerner’s Dictionary of Current English, 1960:454)
Fiksi adalah suatu istilah yang dipergunakan untuk membedakan uraian yang tidak bersifat historis dari uraian yang bersifat historis dengan penunjukan khusus pada sastra.

Menurut KUBI halaman 316
Fiksi adalah cerita rekaan, khayalan, tidak berdasarkan kenyataan; pernyataan yang hanya berdasarkan khayalan atau pikiran.

Jenis-jenis Fiksi menurut “Teori Pengkajian Fiksi”:
Dalam dunia kesastraan terdapat bentuk karya sastra berdasa pada fakta, yaitu :
1. Fiksi Historis
Artinya fiksi yang menjadi penulisan fakta sejarah. Dalam fiksi jenis ini, data-data seperti latar, beberapa tokoh dan elemen fiksi yang lain terdapat beberapa kesamaan dengan kenyataan sejarah yang ada. Jadi, terkadang fiksi jenis ini menjadi alternatif sumber sejarah, walau tidak dapat diyakini 100%.
Contoh : Arok Dedes karya Alm. Pramudya Ananta Toer, Burung-burung Manyar karya Y.B. Mangunwijaya.

2. Fiksi Biografis
Artinya fiksi yang menjadi dasar penulisan fakta biografis.
Fiksi jenis ini dapat dalam bentuk biografi murni dan ada yang berupa otobiografi.
Contoh : Amien Rais, Bung Tomo, Catatan Harian Seorang Demontran, Dari Paringaglik ke Kampuchea karya N.H. dini, dll.

3. Fiksi Sains
Artinya fiksi yang menjadi dasar penulisan ilmu pengetahuan.
Contoh : Supernova karya Dewi Lestari, Area X, The Mumy Legend.

Jenis-jenis fiksi menurut buku “Perkenalan dengan Prosa Fiksi” :
1. Cerpen, novel, dan novela (formal)
2. Alegori (berdasarkan sudut pandang tertentu)
3. Fiksi Sains (berdasarkan isi)
4. Fiksi Eksistensialis (nerdasarkan tema)
5. Novel Romantis; Realis atau Eksistensialis
6. Jenis pengalaman dalam fiksi :
    a. Pengalaman batiniah (pikiran dan perasaan)
    b. Pengalaman lahiriyah (hubungan dengan orang lain dan lingkungan)
7. Prosa Fiksi Relaistik (dari pengalaman yang berkaitan dengan yang bersifat faktual dalam perilaku manusia)
8. Prosa Fiksi Romantik (masalah perjuangan emosi pribadi dan desak-desakan dari luar)
9. Prosa Fiksi Naturalis dan Proletarian (pelukisan fakta-fakta keji, kurang dapat diterima secara moral dan pelukisan tataran material yang kurang dapat diterima oleh akal sehat)
10. Prosa fiksi Gotik (cerita horor; fakta yang memancing kengerian dan melahirkan mimpi yang menakutkan)
11. Alegori, simbolisme dan ekspresionisme (fakta-faktanya dalam hubungan dengan struktur kekuatan dunia luar; misalnya : tatanan moral dan politisnya)
12. Fiksi sains dan utopian (menunjukkkan kecenderungan tatanan-tatanan material dengan menggambarkan sesuatu sedemikian rupa sehingga sesuatau tersebut tampak benar-benar terjadi)
- sains bila berhubungan dengan tataran dan saintifik sains
- utopian bila menyangkut tataran bersifat ekonomi dan politik
13. Satire (pertentangan antara manusia/institusi yang tampak secara lahiriah dengan kekuasaan yang ada dibaliknya)
14. Fiksi psikologis dan arus kesadaran, otobiografis atau bildungsroman (menekankan kompleksitas atau perkembangan kehidupan batiniah individual, yaitu perasaan dan pikiran)
15. Eksistensialis (digambarkan kekuatan-kekuatan dibalik fakta-fakta yang tak terpahamkan, tak dapat diterima, bahkan yang tak pernah terjadi; tokoh-tokohnya dihadapkan pada sesuatu yang gelap dan dilonyarkan ke dunia absurb)

Menurut Hendry Guntur Tarigan :
a. Berdasarkan bentuknya :
- Novel/roman
- Novellete
- Cerita Pendek / short story
- Cerita singkat/ short-short story
- Cerita lebih singkat lagi /Nignette
b. Berdasakan isi :
- Impressionisme : penjelamaan pikiran, perasaan dan bentuk-bentuk dengan cara sindiran/sugesti dan bukan dengan penjelasan yang sepenuhnya.
- Romantik : cara mengarang yang mengidealisasikan penghidupan dan pengalaman manusia yang meletakkkan tekanan yang lebih berat, yang lebih baik, lebih enak, lebih indah dalam penghidupan dan pengalaman manusia.
- Relisme : cara menulis yang hanya memperhatikan manifestasi jasmani/materi-materi yang kelihatan dari luar dari penghidupan, hanya ,memperhatikan simptom dan bukan sebab musabab penghidupan.
- Sosialist Relaisme : menuliskan/melukiskan penghidupan yang matrealistik dan dangkal berdasarkan pada dogma marxsisme tentang sejarah dan masyarakat.
- Realisme sebenarnya : berusaha untuk menggambarkan kehidupan sedemikian rupa, sehingga mencakup segala segi penghidupan, baik dalam manifestasi jasmani, intelek maupun manifestasi rohaninya.
- Naturalisme : melukiskan dengan cermat dan teliti apa yang dapat dilihat dan dirasa oleh pancaindra.
- Ekspressionisme : semua penyembur memancar dari dalam jiwa pengarang
- Simbolisme : simbol-simbol digunakan sebagai salah satu tanda bahwa manusia berfikir.

c. Kritik sastra :
- Kritik sastra yang serius
1. karya yang baik
2. karya yang mungkin baik

- Kritik sastra yang kurang serius
1. taraf sedang
2. taraf rendah
Perbedaan fiksi :

Novel
Cerpen
ü  Mencapai 100 halaman, tidak dapat dibaca sekali duduk.
 Contoh : Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy mencapai 411 halaman
ü  lebih banyak, lebih bebas, lebih rinci dan permasalahan lebih kompleks
“Polisi gendut melepas pakaianku. Lalu menyuruhku berdiri menghadap tembok. Setelah itu aku merasakan sambetan cambuk yang perih di punggungku. Tidak sepuluh kali tapi lima belas kali. Aku merasakan sakit yang luar biasa. Mereka lalu melepas borgolku dan menyeretku ke sebuah ruangan, melecuti semua pakaianku kecuali oakaian dalam. Juga sepatuku. Dalam keadaan hanya memakai celana dalam mereka menggunduliku. Lalu melemparkan seragam tahanan ke arahku. Cepat-cepat aku menurtup aurat. Si Kumis menyuruh aku berdiri tegap dengan tangan diletakkan di belakang punggung. (Habiburrahman, Ayat-ayat Cinta, halaman 310)
ü  lebih dari 1 plot (plot utama dan sub-nya)

ü  lebih dari 1 tema (utama dan tambahan)

ü  tokoh ditampilkan lebih lengkap
ü  novel melukiskan keadaan lebih rinci
ü  berskala besar dan kompleks dunianya (dimensi waktu yang relatif lebih luas dan penyajian secara penjang lebar mengenai ruang tertentu)
ü  perkembangan tokoh lebih dinamis, atau penangkapan perkembangan tokoh.
ü  bersifat unity secara inclusion expands, dan complexity.
ü  dapat dibaca sekali duduk (½-2 jam)
Contoh : Sumo Tua karya Herlino Soleman hanya10 halaman


ü  penceritaan lebih ringkas, khusus yang penting saja
“Di halaman belakang aku menanam sayur-sayuran khas negeriku. Istriku mengatakan, “Jika orang-orang Jepang menanami setiap jengkal halaman rumahnya dengan bunya, kita menanami dengan sayuran!”Aku tahu maksud istriku” (Herlino Soleman, )
ü  plot cerpen tunggal (konfliks dan klimaks tunggal pula, plot diarahkan pada insiden atau peristiwa tunggal yang memiliki signifikansi besar bagi tokohnya)
ü  hanya 1 tema (plot tunggal, pemain terbatas)
ü  tokoh terbatas, tidak lengkap (kualitas tokoh jarang dikembangkan secara penuh)
ü  tak perlu detail khusus dengan latar (dimensi waktunya terbatas)
ü  sisi kecil pengalaman hidup
ü  perkembangan tokoh statis
ü  bersifat unity secara exclusion, compression, concentration,  dan intensity


Novel
Cerpen
ü  Mencapai 100 halaman, tidak dapat dibaca sekali duduk.
 Contoh : Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy mencapai 411 halaman
ü  lebih banyak, lebih bebas, lebih rinci dan permasalahan lebih kompleks
“Polisi gendut melepas pakaianku. Lalu menyuruhku berdiri menghadap tembok. Setelah itu aku merasakan sambetan cambuk yang perih di punggungku. Tidak sepuluh kali tapi lima belas kali. Aku merasakan sakit yang luar biasa. Mereka lalu melepas borgolku dan menyeretku ke sebuah ruangan, melecuti semua pakaianku kecuali oakaian dalam. Juga sepatuku. Dalam keadaan hanya memakai celana dalam mereka menggunduliku. Lalu melemparkan seragam tahanan ke arahku. Cepat-cepat aku menurtup aurat. Si Kumis menyuruh aku berdiri tegap dengan tangan diletakkan di belakang punggung. (Habiburrahman, Ayat-ayat Cinta, halaman 310)
ü  lebih dari 1 plot (plot utama dan sub-nya)

ü  lebih dari 1 tema (utama dan tambahan)

ü  tokoh ditampilkan lebih lengkap
ü  novel melukiskan keadaan lebih rinci
ü  berskala besar dan kompleks dunianya (dimensi waktu yang relatif lebih luas dan penyajian secara penjang lebar mengenai ruang tertentu)
ü  perkembangan tokoh lebih dinamis, atau penangkapan perkembangan tokoh.
ü  bersifat unity secara inclusion expands, dan complexity.
ü  dapat dibaca sekali duduk (½-2 jam)
Contoh : Sumo Tua karya Herlino Soleman hanya10 halaman


ü  penceritaan lebih ringkas, khusus yang penting saja
“Di halaman belakang aku menanam sayur-sayuran khas negeriku. Istriku mengatakan, “Jika orang-orang Jepang menanami setiap jengkal halaman rumahnya dengan bunya, kita menanami dengan sayuran!”Aku tahu maksud istriku” (Herlino Soleman, )
ü  plot cerpen tunggal (konfliks dan klimaks tunggal pula, plot diarahkan pada insiden atau peristiwa tunggal yang memiliki signifikansi besar bagi tokohnya)
ü  hanya 1 tema (plot tunggal, pemain terbatas)
ü  tokoh terbatas, tidak lengkap (kualitas tokoh jarang dikembangkan secara penuh)
ü  tak perlu detail khusus dengan latar (dimensi waktunya terbatas)
ü  sisi kecil pengalaman hidup
ü  perkembangan tokoh statis
 bersifat unity secara exclusion, compression, concentration,  dan intensity

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar atau memberi masukan, di sini!