Senin, 28 Januari 2019

Izzul Hari Ini





Tadi, aku berenang di kolam renang Hotel Trio. Di sana, dekat sekali dengan rumahku. Lalu, ayah dan bunda membeli kardus yang ada di toko barang bekas. Setelah itu, ayah, bunda, dan aku membeli emas yang kecil tapi mahaal.

Di toko emas, aku melihat gambar "Jangan ada alat perang di toko ini". Aku melihat ada tiga.
Lalu, aku pulang, aku bermain air bersama Za. Aku kemudian mandi bersama Za. Za menunggu aku di kamar untuk pakai baju.

Ternyata aku memakai bajunya terbalik. Aku berlari ke kamar, membalik bajuku. Setelah Za pakai baju, aku dan Za makan vitamin.  Mirza yang membuka tutup botol vitamin itu.
Aku mengira vitamin itu tidak ada tutupnya lagi, ternyata ada 2 penutupnya. Tutup botol yang di dalam itu sangat hitam dan sangat putih. 😌

Sesudah makan vitamin, aku keluar dari kamar untuk melihat Zeroun sedang apa. Aku kira dia berada di luar rumah. Ternyata dia berada di dekat ruang tamu, sedang bermain lem tembak. Aku juga melihat ayah membuat seperti kue yang terbuat dari roti tawar.

Aku kemudian bersama ayah dan bunda makan rambutan. Ayah yang memetik raambutan itu.
Aku makan rambutan banyak sekali. Izzul suka sekali dengan rambutan.

[cerita oleh Izzul] dengan sedikit sekali gubahan.

Kamis, 24 Januari 2019

Lugas Sahabatku Selamanya

Suatu malam, setelah dari Yogyakarta, aku menginap di rumah Lugas. Aku sangat senang menginap di sana. Dia adalah sahabatku. 


Keesokan harinya, aku dan Lugas diminta sama Om Gepy untuk menggambar daun. Aku meminjam pensil warna-warni milik Lugas. Aku dan Lugas menggambar daun-daun yang kami lihat di sekeliling. 
Mulanya, aku pergi ke papringan, tapi di sana terlalu banyak nyamuk sehingga mengganggu konsentrasi menggambarku. 
Aku terkejut ketika melihat daunnya Lugas yang seperti kecoak. Ketika aku mentertawakan Lugas daunnya seperti kecoak, Lugas pun ikut tertawa.
Ini gambar kecoaknya Lugas, eh daun maksudku. 😅
Kemudian, Lugas menggambar sehelai daun yang mirip dengan lemon. Dia juga membuat beberapa daun lain. Lagi-lagi seperti lemon.
Sedangkan aku menggambar daun talas.
Setelah beberapa lama menggambar daun kami mulai bosan. Kami akhirnya bermain lumpur. Lumpur itu kami timbang dengan timbangan dapur. Lugas dan aku membuat seperti makanan dari lumpur dan dedaunan. 😆

Saat bermain lumpur, di sana agak gerimis. Kami kira akan hujan. Kami sudah mempersiapkan diri untuk hujan-hujanan, tapi hujannya tak kunjung datang. 
Akhirnya aku berfikir untuk main semprot-semprot saja. 
Maka, aku dan Lugas meminta izin untuk bermain air saja. 
Aku senang sekali bermain air dengan Lugas. Kami seperti bermain pedang-pedangan. 
Aku memasukkan selang ke dalam celana dari belakang. Aku jadi seperti ngompol.
😆😆😆


[Cerita oleh Mirza]
[Foto oleh Tante Puri] 😍

Menulis Bersama ZaZeZul

Dua tayangan/postingan di blog sebelum ini dan postingan selanjutnya, mungkin kerasa sedikit berbeda. Karena, aku kini dibantu sama narasumber Mirza, Zeroun dan Izzul.

Jadi mereka bercerita, kemudian aku yang menuliskan di blog ini.
Selamat menikmati karya kami ya

Rabu, 23 Januari 2019

Restoran Special!

 Siang ini, Mirza, Zeroun, Izzul, Ayah, Bunda, Tante Sulis dan Om Alfan pergi ke restoran bersama. Di sana aku memegang seekor ikan terbesar dan terberat dari ikan yang pernah aku lihat dan angkat.

Kemudian, kami memesan menu dan menunggu. Aku (Mirza), Izzul, Zeroun dan Bunda melihat cara memasaknya. Cara memasaknya yaitu dengan membersihkan sisik ikan itu terlebih dahulu. Kemudian, dipotong sehingga bagiku terlihat menjadi 2 ekor ikan. Karena ikannya dibelah, tetapi tetap menempel.

Setelah itu ikannya dibakar menggunakan kulit kelapa yang kering. Ikan itu diberi olesan kecap dan sambal.

Ketika dimakan, aku merasa itu adalah makanan yang enak sekali dan belum pernah aku mencoba sebelumnya.




Aku memakan semua jenis hidangan yang telah kami pesan. Semua hidangan itu benar-benar lezat.


 Ketika pesanan yang Izzul pilih datang, aku kaget. Kenapa kami diberi palu (??). Ternyata, itu untuk memecah kulit kepiting dan lobsternya. Aku lebih menyukai ikannya daripada kepiting atau lobsternya.
Makanan yang paling aku sukai, yaitu ikan fillet krispinya.

[cerita oleh Mirza]

Kunjungan ke Museum Manusia Purba Krikilan

 Hari yang indah pagi ini. Za, Ze, Zul dan Lugas berencana untuk mengujungi Museum Manusia Purba di Sangiran.

Kami bangun pagi-pagi sekali. Setelah semua siap, kami menjemput Lugas di rumahnya, Dampit.
Segera kami menuju ke tempat makan. Kami makan soto, di depan Alun-alun Magelang.
Makan di sana jadi berasa lebih lezat, karena kami makan bersama sahabat.

Jam 07.00 kami berangkat ke Sangiran. Di perjalanan, Mirza membacakan buku untuk kami semua. itu adalah buku milik Lugas. Buku yang berjudul Prasejarah. Bukunya bagus.

Perjalanan ini sangat menyenangkan. Tiga jam perjalanan kami. Tetapi terasa tidak cukup lama. Karena kami banyak menghabisakan waktu bersama dengan menyenangkan.







Akhirnya, tibalah kami di Museum Krikilan. Ini adalah museum manusia purba yang paling besar dan paling lengkap. Ada tiga ruang pamer.
 
Kami dipandu oleh pemandu wisata. Dari situ kami jadi tahu banyak hal tentang Sangiran dan manusia purbanya. 
Zeroun juga mengamati berbagai alat-alat yang terbuat dari batu. Ada bola batu, pisau batu, alat pemecah dari batu, dll. 






Mirza di sana melihat fosil buaya raksasa. Ada juga patung manusia purba yang tampak mirip seperti aslinya. Diorama di sana bagus-bagus. 
Zeroun penasaran sekali, karena ada banyak hal yang belum ia ketahui. 

Selain ke Museum Krikilan, kami juga ke 2 museum lain yang masih di sekitaran Sangiran, yaitu Museum Dayu dan Ngebung.

Cerita untuk 2 museum lain di halaman selanjutnya ya.

[cerita oleh Mirza dan Zeroun]

Selasa, 01 Januari 2019

Alat Pengundi Urutan untuk Melihat Video

Beberapa bulan ini, kami membebaskan anak berkreasi sesuka hati dengan alat seadanya. Ada beberapa kardus bekas, lem tembak, gunting. Dan....taaraaa!! Ini salah satu kreasi dari Mirza (8th, 7bln). Membuat mesin undian karena kadang ada kesulitan siapa yang akan melihat video atau main game duluan.
Berbekal spinnernya dan kardus, jadi deh.
Good job, nak.