Senin, 31 Desember 2018

Hutan Karet

Lamaaa banget gak posting. Oh, ternyata terakhir aku posting 2014. Itu pun postingan maksa!
Haha...ke mana ajakah selama ini?

Ok deh, pelan-pelan coba posting.



Kami berkunjung ke tempat Kakek kami, di salah satu desa, wilayah Salatiga. Ehm, sebenarnya ini masuk Kabupaten Semarang sih. Dari kota Salatiga masih cukup jauh, sekitar 20 menit ke arah utara.

Dari arah Salatiga, kita akan melewati gardu induk PLN dan terowongan tol baru Semarang - Kartasura baru sampai di desa kecil ini. Namanya desa Ngasinan, Padaan, Pabelan, Kabupaten Semarang.

Setibanya di sana, Mirza mengajak kami untuk berpetualang. Menjelajah desa ini. Dengan senang hati langsung kami iyakan.Jujur saja, sedari kecil aku belum pernah melakukan perjalanan sampai hutan karet ini.
Yeay..akhirnya sampai di hutan ini bersama keluarga kecilku.

Sewaktu kecil setahuku jalan ini penuh batu. Sekarang jalanannya sudah sangat rata. Anak-anak asyik sekali berlarian. 

Dalam hati bertanya, anak-anak itu suka sekali berlarian. Ketika berlari mereka tampak sangat bahagia. Apakah berlari itu menyenangkan. Hmmm.... Mungkin ya. Aku pun senang ketika olahraga sambil berlari-lari kecil. Jangan-jangan, kesenangan berlari itu tercerabut dari hati dan kebiasaan karena waktu kecil sering dibilang "Jangan lari!"
Hehe...


Di perjalanan dari Magelang-Salatiga anak-anak berceloteh tentang nama-nama hutan. Nama hutan ala anak-anak.
Ada...
hutan bambu = Bamboe Forest
dan muncullah
black forest = hutan hitam
hahaha....

Kalo hutan karet apa ya, namanya???
entahlah...

Kami mengamati getah karet yang ditempatkan dalam mangkuk-mangkuk kecil. Dan beneran, kalo kering kaya karet gitu, melar. Namanya juga karet ya.