Sabtu, 13 April 2019

Wawancara kepada Pak RT

Aku ke rumah Pak RT yang bernama Eko Priyo. Aku bertanya di RT ini ada berapa keluarga? Pak Eko Priyo menjawab, "Ada 34 keluarga".
Aku bertanya lagi dan lagi.
Apa tugas ketua RT? Menyampaikan yang disampaikan Pak Lurah kepada warga. Pak Eko Priyo menjawab lagi dan lagi.
Sejak kapan menjadi ketua RT? Sejak tahun 2012.
Sebelumnya siapa? Almarhum Bapak Sapari.
Siapa yang memilih ketua RT? Dari warga.
Setiap berapa tahun pemilihannya? Lima tahun sekali.
Aku merasa tantangan kali ini sangat mudah. Aku merasa senang.


[Mirza bercerita, bunda menuliskan]
Tantangan T1.1

Jumat, 12 April 2019

Charlotte Mason

Ini, adalah hasil belajar saya yang kemudian saya narasikan ulang. 

Setiap Kamis minggu pertama dan ketiga, kami belajar bersama di Konco Sinau CM Yogyakarta.

Buku 1 Pengantar
Buku CM ditulis setelah PD1 berakhir. CM mengamati, ada 2 golongan, yaitu golongan yang berangkat berperang dan yang memilih di rumah. CM mengamati, kemenangan Inggris dalam PD1 dilahirkan dari sekolah yang melahirkan rakyat yang sangat berani. Ia kemudian berfikir, kenapa ada yang bebal dan tinggal di rumah saja (tidak memiliki dorongan untuk bermurah hati). Adakah yang keliru dalam pendidikannya?

Pendidikan bukan suatu fakultas yang harus dikembangkan

Sabtu, 06 April 2019

Buku Ki Hadjar Dewantara (Pendidikan)

Bab Keluarga sebagai Pusat Pendidikan
 
Halaman 374:
keluarga itulah tempat pendidikan yang lebih sempurna sifat dan wujudnya daripada pusat-pusat lainnya, untuk melangsungkan pendidikan ke arah kecerdasan budi-pekerti (pembentukan watak individuil) dan sebagai persediaan hidup kemasyarakatan.

Halaman 374-375:
Selama rumah pengajaran masih bersifat "sekolahan", yang terutama mendidik intelek serta mencari pengetahuan, maka tidaklan mengherankan bahwa acapkali pendidikan sosial di situ terdesak (tidak ada kesempatan secukupnya) dan terhambat dalam maksudnya (intelektualisme acapkali menentang kesosialan).

Halaman 375:
Alam keluarga itu buat tiap-tiap orang adalah alam pendidikan yang permulaan.
Pendidikan di situ  
pertama kalinya bersifat pendidikan dari orang tua, yang berkedudukan sebagai
  • guru (penuntun), 
  • pengajar
  • pemimpin pekerjaan (pemberi contoh)
kedua kalinya, di dalam keluarga itu anak-anak saling mendidik
ketiga kalinya, anak-anak berkesempatan mendidik diri sendiri, karena di dalam hidup keluarga itu, mereka tidak berbeda kedudukannya seperti orang hidup di dalam masyarakat yang seringkali terpaksa mengalami macam-macam kejadian, hingga dengan sendiri menimbulan pendidikan diri sendiri.


 


Minggu, 24 Maret 2019

Belalang Besar Pepay

 Di waktu 24/03/2019 sekitar pukul 09.00 - 10.00  Bunda menemukan belalang. Aku hampir menginjak belalang itu. Ayah pernah melihat belalang semacam itu makan daun pepaya. Maka, aku memberi nama dia Pepay.

[Cerita oleh: Mirza]













Ternyata Pepay sudah mau mati. Kemudian, diletakkan di rumput-rumput. Kemudian, kami melanjutkan olahraga kembali ke motor.

Senin, 28 Januari 2019

Izzul Hari Ini





Tadi, aku berenang di kolam renang Hotel Trio. Di sana, dekat sekali dengan rumahku. Lalu, ayah dan bunda membeli kardus yang ada di toko barang bekas. Setelah itu, ayah, bunda, dan aku membeli emas yang kecil tapi mahaal.

Di toko emas, aku melihat gambar "Jangan ada alat perang di toko ini". Aku melihat ada tiga.
Lalu, aku pulang, aku bermain air bersama Za. Aku kemudian mandi bersama Za. Za menunggu aku di kamar untuk pakai baju.

Ternyata aku memakai bajunya terbalik. Aku berlari ke kamar, membalik bajuku. Setelah Za pakai baju, aku dan Za makan vitamin.  Mirza yang membuka tutup botol vitamin itu.
Aku mengira vitamin itu tidak ada tutupnya lagi, ternyata ada 2 penutupnya. Tutup botol yang di dalam itu sangat hitam dan sangat putih. 😌

Sesudah makan vitamin, aku keluar dari kamar untuk melihat Zeroun sedang apa. Aku kira dia berada di luar rumah. Ternyata dia berada di dekat ruang tamu, sedang bermain lem tembak. Aku juga melihat ayah membuat seperti kue yang terbuat dari roti tawar.

Aku kemudian bersama ayah dan bunda makan rambutan. Ayah yang memetik raambutan itu.
Aku makan rambutan banyak sekali. Izzul suka sekali dengan rambutan.

[cerita oleh Izzul] dengan sedikit sekali gubahan.

Kamis, 24 Januari 2019

Lugas Sahabatku Selamanya

Suatu malam, setelah dari Yogyakarta, aku menginap di rumah Lugas. Aku sangat senang menginap di sana. Dia adalah sahabatku. 


Keesokan harinya, aku dan Lugas diminta sama Om Gepy untuk menggambar daun. Aku meminjam pensil warna-warni milik Lugas. Aku dan Lugas menggambar daun-daun yang kami lihat di sekeliling. 
Mulanya, aku pergi ke papringan, tapi di sana terlalu banyak nyamuk sehingga mengganggu konsentrasi menggambarku. 
Aku terkejut ketika melihat daunnya Lugas yang seperti kecoak. Ketika aku mentertawakan Lugas daunnya seperti kecoak, Lugas pun ikut tertawa.
Ini gambar kecoaknya Lugas, eh daun maksudku. 😅
Kemudian, Lugas menggambar sehelai daun yang mirip dengan lemon. Dia juga membuat beberapa daun lain. Lagi-lagi seperti lemon.
Sedangkan aku menggambar daun talas.
Setelah beberapa lama menggambar daun kami mulai bosan. Kami akhirnya bermain lumpur. Lumpur itu kami timbang dengan timbangan dapur. Lugas dan aku membuat seperti makanan dari lumpur dan dedaunan. 😆

Saat bermain lumpur, di sana agak gerimis. Kami kira akan hujan. Kami sudah mempersiapkan diri untuk hujan-hujanan, tapi hujannya tak kunjung datang. 
Akhirnya aku berfikir untuk main semprot-semprot saja. 
Maka, aku dan Lugas meminta izin untuk bermain air saja. 
Aku senang sekali bermain air dengan Lugas. Kami seperti bermain pedang-pedangan. 
Aku memasukkan selang ke dalam celana dari belakang. Aku jadi seperti ngompol.
😆😆😆


[Cerita oleh Mirza]
[Foto oleh Tante Puri] 😍

Menulis Bersama ZaZeZul

Dua tayangan/postingan di blog sebelum ini dan postingan selanjutnya, mungkin kerasa sedikit berbeda. Karena, aku kini dibantu sama narasumber Mirza, Zeroun dan Izzul.

Jadi mereka bercerita, kemudian aku yang menuliskan di blog ini.
Selamat menikmati karya kami ya